Faktor ketidakberhasilan proses strategi benchmarking dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik studi kasus: Di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
DOI:
https://doi.org/10.37134/firdaus.vol5.2.3.2025Keywords:
Benchmarking, Motivasi Belajar, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)Abstract
Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap fenomena ketidakberhasilan dalam proses perencanaan strategi benchmarking di PKBM Kabupaten Rokan HilirPenelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif fenomenologi, dimana peneliti melakukan pendekatan yang berfokus untuk mengungkap fenomena ketidakberhasilan dalam proses perencanaan strategi benchmarking, menghasilkan rangkaian data yang di kaji peneliti. Penelitian dilakukan di PKBM Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir. Analisis data dalam penelitian ini mengadaptasi Milles and Hubbermann, satuan Pendidikan tidak dapat menemui kesesuaian maka benchmarking yang dilakukan akan megalami kegagalan dimana satuan Pendidikan tidak dapat melanjutkan ketahap yang berikutnya, mereka tidak dapat menganalisis persoalan yang terjadi sehingga perbandingan antar satuan Pendidikan pun tidak dapat dilaksanakan. Artinya praktek baik yang seharusnya didapatkan bisa di implementasikan namun karena salah dalam penentuan partner percontohan praktek baik pun tidak didapatkan. Untuk menjadi recomendasi kedepannya satuan pendidikan dapat merencanakan strategi benchmarking dengan matang dan selanjutnya mampu mencari partner perbandingan yang sesuai dengan keadaan dan unggul, jika tidak menemukan didaerah, maka bisa dilakukan partner pembanding pada satuan pendidikan PKBM di provinsi
Downloads
References
Al Kamil, S., & Putridiyanti, F. (2020). Strategi Benchmarking dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Sekolah. Managere: Indonesian Journal of Educational Management, 2(2), 218-235.
Arcaro, J.S., 2007. Pendidikan Berbasis Mutu, Prinsip-prinsip Perumusan dan Tata Langkah Penerapan. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
Aritonang, K. T. (2008). Minat dan motivasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal pendidikan penabur, 7(10), 11-21.
Hayu, Sandika. 2016. Hubungan Antara Self Regulation dan Motivasi Belajar Pada Peserta Didik E-Journal UNESA. Volume Nomor Tahun 2017, 0 - 216 SMPN 2 Sedati Sidoarjo. Skripsi tidak diterbitkan. Surabaya: FIP Unesa
Monika, M., & Adman, A. (2017). Peran Efikasi Diri dan Motivasi Belajar dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran,1(1), 110-117.
Pawitra, T. (1994). Patok Duga ( Benchmarking ): Kiat Belajar dari yang Terbaik. Manajemen Usahawan Indonesia, 23, 11–15
Prim Masrokan Mutohar, Manajemen Mutu Sekolah: Strategi Peningkatan Mutu dan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), hlm. 280.
Rahman, S. (2022, January). Pentingnya motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar.
Suluri, S. (2019). Benchmarking Dalam Lembaga Pendidikan. JDMP (Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan), 3(2), 82-88.
Susilo, J., & Teorms, T. (2006). Benchmarking Peningkatan Layanan Pemerintah Daerah Suatu Tinjauan Teoritis. Jurnal Benchmarking, 6(September), 728–738.
Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PTRemaja Rosdakarya
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Watson, Gregory H 1993, Strategic Benchmarking, How to Rate Your Company's Performance Against the World's Best
Winarni, Anjariah S, & Romas M Z. (2016). Motivasi Belajar Ditinjau Dari Dukungan Sosial Orang Tua pada Siswa SMA. Jurnal Psikologi, 81.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fhatia Khoiroh, Fadly Azhar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


